Marak Korban Jiwa di Wisata Pasir Timbul Sungai Batanghari, Basarnas Jambi Keluarkan Imbauan Penting
![]() |
| Petugas Basarnas memberikan imbauan keselamatan kepada pengunjung lokasi wisata pasir timbul di sepanjang aliran Sungai Batanghari Jambi |
Jambi, Suaratebo.net - Munculnya fenomena pasir timbul di sepanjang aliran Sungai Batanghari kini menjadi daya tarik wisata musiman bagi masyarakat setempat. Kendati demikian, keindahan alam ini menyimpan potensi bahaya besar setelah mencatatkan sejumlah insiden Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) hingga menelan korban jiwa.
Menanggapi maraknya kecelakaan di lokasi perairan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jambi menerbitkan imbauan keselamatan penting bagi para wisatawan, pengelola kawasan, serta seluruh lapisan masyarakat.
Waspadai Potensi Bahaya Tersembunyi Sungai Batanghari
Basarnas Jambi menegaskan bahwa kemunculan pasir timbul sering kali memberikan ilusi seolah-olah perairan di sekitarnya dangkal dan aman. Padahal, karakteristik dasar Sungai Batanghari sangat dinamis dan menyimpan bahaya laten.
Kedalaman dasar sungai terbukti tidak merata dengan kontur tanah yang mudah tergerus hingga membentuk palung atau cekungan dalam. Selain itu, pergerakan arus bawah sungai yang sangat deras dapat menyeret siapa saja secara tiba-tiba tanpa disadari.
5 Poin Penting Imbauan Keselamatan dari Basarnas Jambi
Guna mencegah bertambahnya korban jiwa di kawasan wisata pasir timbul, Basarnas Jambi menginstruksikan langkah-langkah antisipasi berikut:
Wajib Gunakan Jaket Pelampung (Life Jacket): Masyarakat yang beraktivitas di sekitar air, menyeberang dengan perahu/ketek, maupun bermain di area pasir timbul wajib memakai life jacket. Warga diimbau untuk tidak berspekulasi pada kemampuan berenang pribadi di area sungai terbuka.
Pengawasan Melekat pada Anak dan Lansia: Orang tua diminta melakukan extra control terhadap anak-anak. Jangan membiarkan anak-anak berenang atau bermain air tanpa pendampingan orang dewasa serta pelampung.
Penyediaan Alat Pertolongan di Lokasi Wisata: Pengelola wisata lokal maupun kelompok masyarakat wajib menyediakan peralatan keselamatan dasar seperti ban pelampung (ring buoy), tali lempar (throw bag), dan menyiagakan petugas pengawas di lokasi.
Kenali Karakteristik Air: Memahami bahaya arus bawah dan perubahan kontur dasar sungai sebelum memutuskan untuk beraktivitas di air.
Akses Layanan Darurat Segera: Jika melihat atau mengalami kondisi darurat perairan, segera hubungi Emergency Call Center Basarnas di nomor 115 (Bebas Pulsa), atau melaporkan ke instansi terkait serta perangkat desa setempat.
Melalui langkah pencegahan ini, masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengutamakan keselamatan jiwa saat menikmati fenomena alam pasir timbul di Sungai Batanghari. (HS)

