Bahas Mandatori B50 Hingga Pangkas Anak Cucu BUMN, Presiden Prabowo Panggil Dirut Pertamina ke Hambalang
![]() |
| Presiden Prabowo Subianto saat menggelar pertemuan bersama Dirut Pertamina Simon A. Mantiri di Hambalang, Bogor |
Bogor, Suaratebo.net - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar pertemuan khusus bersama Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon A. Mantiri, di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/8/2026). Melansir CNBC Indonesia, agenda strategis tersebut membahas perkembangan program mandatori Biodiesel 50 persen (B50) hingga efisiensi tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Pertemuan tingkat tinggi tersebut turut dihadiri oleh Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) M. Herindra serta Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Akselerasi Program Mandatori B50 dan Kesiapan Bioetanol
Dalam keterangan resminya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Dirut Pertamina melaporkan secara langsung progres implementasi B50 yang telah resmi diluncurkan oleh Presiden Prabowo pada Juli lalu.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan serta kemandirian energi nasional berbasis bahan bakar ramah lingkungan dari dalam negeri.
"Dirut Pertamina melaporkan kemajuan dari Program Mandatori B50 (Biodiesel 50%) yang telah diluncurkan Presiden Prabowo bulan Juli lalu serta kesiapan infrastruktur dalam tahapan persiapan mandatori bioetanol oleh Pemerintah," ungkap Seskab Teddy Indra Wijaya.
Instruksi Tegas Pangkas Anak dan Cucu Perusahaan BUMN
Selain mengevaluasi sektor ketahanan energi, Kepala Negara memberikan arahan mendasar terkait reformasi birokrasi dan perbaikan tata kelola BUMN. Presiden Prabowo menginstruksikan pemangkasan lapisan organisasi hingga pengurangan anak dan cucu perusahaan di tubuh Pertamina, PLN, maupun BUMN lainnya.
Penyederhanaan struktur ini bertujuan agar BUMN dapat bergerak lebih lincah, responsif, serta produktif tanpa terhambat oleh rantai birokrasi yang berbelit-belit.
"Dalam pertemuan tersebut Presiden Prabowo juga memerintahkan pengurangan layer-layer dan anak cucu perusahaan di Pertamina, PLN, dan BUMN lainnya. Pemangkasan ditujukan agar pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, produktivitas lebih meningkat, dan efisiensi seluruh BUMN lebih terjaga," tegas Teddy. (HS)
Selengkapnya Disini

