Ratusan Warga Desa Pintu Kalo Usir Penambang Emas Ilegal, Satu Dompeng Dibakar Massa
Dalam aksi tersebut, warga berhasil mengamankan satu unit rakit penambang emas atau dompeng milik pelaku. Alat tersebut kemudian dibakar oleh massa yang geram terhadap aktivitas pertambangan ilegal yang dinilai merusak lingkungan.
Aksi penolakan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari kaum pria, wanita hingga para pemuda desa. Mereka turun langsung ke lokasi untuk mengusir para pelaku PETI dari wilayah Desa Pintu Kalo.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, masyarakat Desa Pintu Kalo menolak keras segala bentuk aktivitas PETI di sepanjang aliran Sungai Batanghari yang berada di wilayah mereka.
"Kami sangat menolak aktivitas PETI di desa kami, terutama di aliran Sungai Batanghari. Kami khawatir dampaknya akan menyebabkan banjir, serta mengakibatkan rumah dan kebun warga runtuh karena tanah di sekitar sungai rusak akibat disedot mesin dompeng," ujarnya.
Warga tersebut juga menegaskan bahwa masyarakat tidak akan lagi mentolerir aktivitas PETI yang masuk ke wilayah desa mereka.
"Ini terakhir kalinya kami melihat aktivitas PETI di wilayah desa kami. Jika masih ada yang nekat beroperasi di sini, kami akan bertindak lebih keras lagi," tegasnya.
Usai pembakaran satu unit dompeng oleh warga, personel dari Polsek Sumay dan Polres Tebo mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan meredam situasi agar tidak semakin memanas.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait tindak lanjut atas aktivitas PETI maupun insiden pembakaran dompeng tersebut.
Sedangkan Kapolsek Sumay AKP Irvan Pane saat dijumpai dilokasi belum mau mengasih keterangan atas kejadian tersebut.(Red-ST)
