Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pertamina Sesuaikan Harga Pertamax Per Juni 2026, Jamin Tetap Termurah di ASEAN

Pertamina sesuaikan harga Pertamax per Juni 2026 ikuti mekanisme pasar, diklaim tetap paling kompetitif di ASEAN. Info rill melansir CNBC Indonesia
Pertamina Sesuaikan Harga Pertamax Per Juni 2026, Jamin Tetap Termurah di ASEAN (Generate By Gemini AI)

Suaratebo.net, Jakarta - PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Patra Niaga, memastikan bahwa penetapan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax series per tanggal 10 Juni 2026 telah berjalan sesuai aturan. Kebijakan ini sepenuhnya mengacu pada mekanisme harga pasar global serta formula perhitungan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Melansir laman CNBC Indonesia, penyesuaian harga komoditas energi non-subsidi ini bersifat dinamis mengikuti parameter keekonomian global. Kendati demikian, pemerintah bersama Pertamina berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional agar tidak membebani daya beli masyarakat di dalam negeri.

Harga Jual Pertamax Series Ikuti Parameter Pasar Global

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa langkah penyesuaian ini sejalan dengan transparansi informasi yang ditekankan pemerintah. Sebagai produk komersial atau non-subsidi, harga jual Pertamax memang dirancang fleksibel mengikuti biaya pengadaan energi global.

"BBM non-subsidi seperti Pertamax series merupakan produk yang harga jualnya disesuaikan dengan perkembangan kondisi pasar dan faktor-faktor ekonomi yang memengaruhi biaya pengadaan energi," ujar Roberth dalam siaran pers resmi yang dikutip dari CNBC Indonesia.

Roberth menambahkan, evaluasi harga terhadap produk BBM non-subsidi ini secara normal dilakukan secara berkala setiap bulan. Namun, dalam eksekusinya, Pertamina tetap mempertimbangkan kebijakan strategis dan intervensi yang diputuskan oleh pemerintah demi meredam gejolak inflasi.

Pertalite dan Biosolar Tidak Berubah, Harga Pertamax Paling Kompetitif

Di tengah eskalasi konflik geopolitik yang memicu tren kenaikan harga minyak mentah dunia, pemerintah berhasil menahan agar harga BBM non-subsidi di Indonesia tidak melonjak tajam. Kebijakan mitigasi ini diambil demi melindungi sektor perekonomian domestik.

Melansir laman CNBC Indonesia, formula harga baru Pertamax yang diterapkan pada bulan Juni ini hanya mengambil porsi 50% dari total selisih harga pasar rill. Strategi ini membuat harga Pertamax relatif jauh lebih murah dibandingkan produk BBM sekelasnya di negara-negara kawasan ASEAN.

"Penyesuaian harga Pertamax yang dilakukan saat ini adalah 50% dari selisih harga pasar, dan jika dibandingkan dengan harga BBM sejenis di negara-negara tetangga Asean tetap lebih kompetitif agar menjaga daya beli dan perekonomian," pungkas Roberth.

Sementara itu, untuk jenis BBM bersubsidi yang paling banyak dikonsumsi masyarakat, yakni Pertalite dan Biosolar, pemerintah menegaskan sama sekali tidak ada perubahan harga jual alias tetap stabil. (HS)

Baca Juga:
Tersalin 👍
Suaratebo
Suaratebo
PT Multimedia Suara Tebo

Berita Terbaru

  • Pertamina Sesuaikan Harga Pertamax Per Juni 2026, Jamin Tetap Termurah di ASEAN
  • Pertamina Sesuaikan Harga Pertamax Per Juni 2026, Jamin Tetap Termurah di ASEAN
  • Pertamina Sesuaikan Harga Pertamax Per Juni 2026, Jamin Tetap Termurah di ASEAN
  • Pertamina Sesuaikan Harga Pertamax Per Juni 2026, Jamin Tetap Termurah di ASEAN
  • Pertamina Sesuaikan Harga Pertamax Per Juni 2026, Jamin Tetap Termurah di ASEAN
  • Pertamina Sesuaikan Harga Pertamax Per Juni 2026, Jamin Tetap Termurah di ASEAN