Wakil Ketua Umum MUI Dukung Penegakan Hukum Kasus Pencabulan Santri di Pati
![]() |
| Wakil Ketua Umum MUI Dukung Penegakan Hukum Kasus Pencabulan Santri di Pati/Gambar Ilustrasi AI |
Suaratebo.net, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara tegas memberikan dukungan terhadap proses hukum yang menimpa oknum pengasuh pesantren di Pati, Jawa Tengah, atas dugaan pencabulan terhadap santriwati. Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, menyampaikan bahwa tindakan tegas sangat diperlukan agar tidak terjadi penyimpangan di lembaga pendidikan.
Dukungan ini disampaikan langsung oleh Kiai Cholil sebagai respon atas lambatnya penanganan kasus yang dilaporkan sejak 2024 tersebut. Menurutnya, kepastian hukum penting untuk menjaga stabilitas di masyarakat.
"Saya secara pribadi maupun sebagai pimpinan Majelis Ulama Indonesia mendukung penuh atas penegakan hukum terjadinya, terduga atau indikasi dugaan adanya pelecehan seksual, penyimpangan dari sang pengasuh kepada murid-muridnya, santri-santrinya," tegas Kiai Cholil dikutip dari laman resmi MUI Digital, Senin (4/5/2026).
Dorong Langkah Preventif dan Pengawasan Ketat
Selain mendukung jalur hukum di Polresta Pati, Kiai Cholil menekankan bahwa kejadian ini harus menjadi evaluasi besar bagi dunia pendidikan. Ia mendorong adanya kolaborasi antara Kementerian Agama dan Majelis Masyayikh untuk memperketat monitoring terhadap aktivitas di lingkungan pesantren.
"Kami minta sebenarnya ini untuk ditindaklanjuti menjadi langkah preventif dari lembaga terkait bagaimana ada pengawasan terhadap lembaga pendidikan untuk mengintensifkan pelaksanaan pendidikan yang baik dan mewaspadai dari penyimpan-penyimpangan di dalam penyelenggaran pendidikan itu," ujar beliau.
Masyarakat Diminta Ikut Mengawasi
MUI berharap keterlibatan aktif masyarakat dapat menjadi benteng pertahanan terakhir dalam menjaga keamanan santri. Penegakan hukum yang berlarut-larut tidak boleh lagi terjadi agar kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan agama tetap terjaga.
"Berharap kepada masyarakat terus memantau terhadap lembaga-lembaga pendidikan kepada kita semua untuk melihat jika ada penyimpangan-penyimpangan dimanapun," pungkas Kiai Cholil. (HS)

