Wakapolda Jambi dan PLN UID S2JB Perkuat Sinergi Amankan Infrastruktur Kelistrikan Sebagai Objek Vital Nasional
![]() |
| Wakapolda Jambi dan PLN UID S2JB Perkuat Sinergi Amankan Infrastruktur Kelistrikan Sebagai Objek Vital Nasional |
Suaratebo.net, Jambi – Polda Jambi mempertegas komitmennya dalam menjaga keamanan aset negara. Wakapolda Jambi Brigjen Pol. B Ali secara resmi menerima audiensi jajaran manajemen PLN UID S2JB di ruang kerjanya pada Senin (4/5/2026). Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi pengamanan infrastruktur kelistrikan yang merupakan Objek Vital Nasional (Obvitnas).
Hadir dalam kegiatan tersebut Karo Rena Polda Jambi Kombes Pol. Herwansyah Saidi, Wadir Krimsus AKBP Agung Basuki, serta tim manajemen PLN yang dipimpin oleh Diksi Erfani Umar. Dalam arahannya, Wakapolda Jambi menekankan peran vital listrik dalam menunjang aktivitas masyarakat luas.
"Polri berkomitmen untuk terus bersinergi dalam menjaga keamanan infrastruktur kelistrikan, baik dari sisi pengamanan fisik maupun personel, khususnya di kantor unit PLN hingga gardu induk, agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu," tegas Brigjen Pol. B Ali.
Ia juga menambahkan bahwa Polda Jambi siap mengawal setiap tahapan pembangunan infrastruktur, mulai dari perluasan jaringan hingga penyelesaian kendala di lapangan seperti masalah lahan. Hal ini dilakukan agar proyek strategis kelistrikan dapat berjalan lancar dan tepat waktu.
"Listrik memiliki peran krusial dalam mobilitas masyarakat. Oleh karena itu, kami berharap PLN memastikan kesiapan cadangan daya serta respons cepat tim teknis dalam menghadapi potensi gangguan," tambahnya.
Selain pengamanan fisik, Wakapolda turut mengapresiasi inovasi digital melalui aplikasi PLN Mobile. Beliau mendorong agar komunikasi antara unit PLN seperti UP3 dan UP2K dengan jajaran Polres semakin intensif guna mendukung deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas.
Menutup pertemuan, Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyatakan bahwa pengamanan infrastruktur kelistrikan adalah prioritas karena berdampak langsung pada kepentingan publik. Melalui kolaborasi ini, diharapkan seluruh potensi gangguan dapat diantisipasi sehingga pelayanan listrik tetap optimal dan berkelanjutan. (HS)

