Oknum Dokter Klinik Unri Dinonaktifkan Terkait Dugaan Pelecehan, Ini Kronologinya
![]() |
| Oknum Dokter Klinik Unri Dinonaktifkan Terkait Dugaan Pelecehan, Ini Kronologinya |
Suaratebo.net, Riau - Dugaan kasus pelecehan seksual di lingkungan kampus kembali mencuat. Kali ini, sebagaimana dirilis oleh akun Instagram media @kumparancom, seorang dokter pria yang bertugas di Klinik Pratama Unri Sehati 1, Universitas Riau (Unri), diduga melakukan tindakan tidak pantas terhadap mahasiswi saat proses pemeriksaan medis.
Laporan ini pertama kali viral di media sosial setelah korban membagikan pengalaman pahitnya. Korban mengaku sedang memeriksakan keluhan asam lambung, namun prosedur yang dilakukan oknum dokter tersebut dinilai melenceng dan tidak sesuai standar kesehatan.
Kesaksian Korban dalam Laporan kumparan
Berdasarkan data yang dihimpun dari kumparan, korban menjelaskan bahwa dirinya diminta membuka kancing baju bagian atas untuk keperluan pemeriksaan menggunakan stetoskop. Namun, ia merasa tindakan dokter tersebut berlanjut pada perabaan di area sensitif yang tidak berkaitan dengan keluhan lambungnya.
"Aku asam lambung, tapi disuruh buka kancing baju paling atas, diperiksa pakai stetoskop, terus diraba dada. Bagian atas perut aku dicek, tapi menurut aku sudah agak ke bawah," tulis mahasiswi tersebut dalam unggahan yang dikutip oleh kumparan.
Pihak Kampus Nonaktifkan Terduga Pelaku
Menanggapi viralnya kasus ini, pihak Universitas Riau langsung mengambil tindakan tegas. Kepala Biro Perencanaan Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Unri, Armia, mengonfirmasi bahwa langkah penonaktifan telah diambil untuk menjaga integritas pemeriksaan.
"Penonaktifan terduga pelaku terhitung mulai 27 April 2026. Terduga pelaku telah dinonaktifkan sementara dari tugas dan tanggung jawabnya guna mendukung kelancaran proses pemeriksaan," ujar Armia melalui keterangan resmi yang diterima kumparan. (HS)

