BMKG, Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal Mulai Mei, Waspada Potensi El Niño
![]() |
| BMKG, Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal Mulai Mei, Waspada Potensi El Niño |
Suaratebo.net, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sejumlah wilayah di Indonesia mulai memasuki masa transisi ke musim kemarau 2026 pada awal Mei. Fenomena ini diprediksi tidak terjadi secara serentak, melainkan berlangsung bertahap hingga puncaknya pada Agustus mendatang. Berbeda dari pola normal, kemarau tahun ini diperkirakan hadir lebih awal dan berpotensi memiliki durasi yang lebih panjang.
Berdasarkan data terbaru dari laman resmi BMKG, beberapa wilayah sudah menunjukkan tanda-tanda peralihan signifikan. Di Pulau Jawa, wilayah pesisir utara tercatat menjadi area yang lebih dulu mengalami kondisi kering. Sementara itu, Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah memasuki musim kemarau cukup luas, terutama di bagian selatan. Perubahan serupa juga mulai terlihat di Aceh bagian utara, pesisir Sulawesi Selatan, hingga wilayah Papua bagian selatan.
Percepatan musim kemarau ini dipicu oleh berakhirnya fenomena La Niña lemah pada Februari 2026 lalu. Saat ini, kondisi iklim global berada pada fase Netral, namun BMKG memberikan peringatan adanya peluang sebesar 50-60 persen berkembangnya fenomena El Niño pada semester kedua tahun ini. Peralihan angin Monsun Australia (angin timuran) juga menjadi indikator kuat mulainya periode kering di tanah air.
BMKG memperkirakan sekitar 61,4 persen wilayah Indonesia atau sebanyak 429 Zona Musim (ZOM) akan mencapai puncak musim kemarau pada Agustus 2026. Dengan adanya potensi kemarau yang lebih panjang, masyarakat diimbau untuk mulai mengantisipasi ketersediaan air bersih dan mewaspadai risiko kekeringan di daerah masing-masing. (HS)

