Scroll untuk melanjutkan membaca

Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Pakar AS, Strategi Tutupi Malu



Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Pakar AS, Strategi Tutupi Malu/Gambar Ilustrasi AI

Suaratebo.net, Jakarta - Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memperpanjang masa gencatan senjata dengan Iran menuai kritik tajam dari pengamat internasional. Pakar kebijakan luar negeri AS, Barbara Slavin, menilai langkah mendadak ini hanyalah taktik untuk menutupi kegagalan diplomasi Washington.

Slavin menyebut pengumuman Trump yang dirilis CNN Indonesia melalui platform Truth Social pada Rabu (22/4/2026) tersebut merupakan upaya "cuci tangan" atas batalnya perundingan putaran kedua di Pakistan. Seharusnya, pertemuan di Islamabad tersebut menjadi penentu sebelum masa gencatan senjata dua pekan berakhir hari ini.

"Ini adalah cara untuk menutupi rasa malu karena AS sudah siap mengirim Wakil Presiden ke Pakistan, sementara Iran justru tidak siap melakukan hal yang sama," ujar Slavin sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.

Dilema Trump dan Pengaruh Iran di Selat Hormuz

Kegagalan perundingan ini dipicu oleh sikap tegas Teheran yang menolak hadir akibat ancaman yang terus dilontarkan Trump. Slavin menilai posisi Trump kini berada dalam dilema besar karena ekskalasi militer tidak berjalan sesuai harapan semula.

Di sisi lain, Iran justru semakin memperkuat posisinya di kawasan. "Iran telah menemukan pengaruh baru melalui kendalinya atas Selat Hormuz," tambah Slavin. Ia menyarankan agar Gedung Putih segera melepaskan "tuntutan maksimalnya" jika ingin mencari solusi diplomatik yang serius.

Respon Keras Teheran, Blokade AS Dianggap Pemboman

Meski Trump menginstruksikan militernya untuk menunda serangan, ia memerintahkan pasukannya untuk tetap melanjutkan blokade laut terhadap Iran. Instruksi ini memicu reaksi dingin dari Teheran.

Penasihat senior Ketua Parlemen Iran, Mahdi Mohammadi, menegaskan bahwa perpanjangan gencatan senjata tidak memiliki arti selama militer AS masih mengepung perairan Timur Tengah. Ia bahkan menuduh langkah Trump sebagai taktik mengulur waktu untuk mempersiapkan serangan mendadak.

"Pihak yang kalah tidak bisa mendikte persyaratan dalam gencatan senjata," tegas Mohammadi. Ia juga menyamakan tindakan blokade AS terhadap kapal-kapal berbendera Iran dengan aksi "pemboman" yang merusak kedaulatan negara.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di perairan Teluk masih tegang. Militer AS dilaporkan tetap dalam posisi siaga penuh sementara blokade pelabuhan terus berlangsung, meningkatkan kekhawatiran global akan terganggunya stabilitas energi dunia. (HS)

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Pakar AS, Strategi Tutupi Malu
  • Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Pakar AS, Strategi Tutupi Malu
  • Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Pakar AS, Strategi Tutupi Malu
  • Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Pakar AS, Strategi Tutupi Malu
  • Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Pakar AS, Strategi Tutupi Malu
  • Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Pakar AS, Strategi Tutupi Malu