Rupiah Tembus Rp17.300 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Masa! Ini Penjelasan Bank Indonesia

 Rupiah Tembus Rp17.300 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Masa! Ini Penjelasan Bank Indonesia

Suaratebo.net - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mencatatkan sejarah kelam. Pada perdagangan Kamis pagi (23/4/2026), mata uang Garuda terpantau ambruk hingga melewati level psikologis baru, yakni di atas Rp17.300/US$. Posisi ini tercatat sebagai level terlemah rupiah sepanjang masa secara intraday.

Melansir data dari CNBC Indonesia, per pukul 09.32 WIB, rupiah melemah sebesar 0,79% ke posisi Rp17.305/US$. Tekanan terus berlanjut hingga pukul 09.40 WIB, di mana rupiah terkoreksi semakin dalam sebesar 0,82% ke level Rp17.310/US$.

Penyebab Utama, Ketidakpastian Global & Konflik Timur Tengah

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa pelemahan tajam ini dipicu oleh faktor eksternal yang masif. Meningkatnya ketidakpastian global dan dampak konflik di Timur Tengah menjadi beban berat bagi mata uang regional, termasuk Indonesia.

"Tekanan pada Rupiah yang terjadi sejak pagi tadi lebih banyak karena meningkatnya ketidakpastian global, sehingga mata uang regional mengalami tekanan yang sama," ujar Destry dikutip dari CNBC Indonesia.

Meskipun merosot tajam, BI mencatat pelemahan rupiah secara tahun berjalan (year to date) masih berada di angka minus 3,54%. Posisi cadangan devisa Indonesia juga dilaporkan tetap kokoh di level US$ 148,2 miliar per akhir Maret 2026.

Langkah Intervensi Bank Indonesia

Guna meredam volatilitas yang berlebihan, Bank Indonesia memastikan akan hadir di pasar melalui serangkaian intervensi "Triple Intervention". Strategi yang dilakukan meliputi:

  • Transaksi Spot dan DNDF, Intervensi langsung di pasar domestik.
  • Non-Deliverable Forward (NDF), Intervensi di pasar offshore.
  • Pembelian SBN, Aksi beli Surat Berharga Negara di pasar sekunder untuk menjaga stabilitas.

Selain intervensi, BI juga memperkuat struktur suku bunga instrumen pro-market agar aset domestik tetap menarik bagi aliran modal asing (capital inflow).

Perbandingan Mata Uang Asia (Per 23 April 2026)

Rupiah menjadi mata uang dengan performa terburuk di Asia pagi ini. Berikut adalah pergerakan beberapa mata uang regional terhadap dolar AS:

Mata Uang

Pergerakan

Level

Rupiah (IDR)

Melemah 0,82%

Rp17.310

Peso Filipina (PHP)

Melemah 0,62%

PHP 60,46

Baht Thailand (THB)

Melemah 0,43%

THB 32,36

Ringgit Malaysia (MYR)

Melemah 0,25%

MYR 3,96

Won Korea (KRW)

Melemah 0,21%

KRW 1.481,5

Yen Jepang (JPY)

Menguat 0,01%

JPY 159,46

Kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa hampir seluruh mata uang Asia berada di zona merah akibat perkasanya greenback. Para pelaku pasar diharapkan tetap waspada terhadap fluktuasi yang mungkin terjadi sepanjang hari ini seiring dengan perkembangan situasi geopolitik global. (HS)

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Rupiah Tembus Rp17.300 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Masa! Ini Penjelasan Bank Indonesia
  • Rupiah Tembus Rp17.300 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Masa! Ini Penjelasan Bank Indonesia
  • Rupiah Tembus Rp17.300 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Masa! Ini Penjelasan Bank Indonesia
  • Rupiah Tembus Rp17.300 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Masa! Ini Penjelasan Bank Indonesia
  • Rupiah Tembus Rp17.300 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Masa! Ini Penjelasan Bank Indonesia
  • Rupiah Tembus Rp17.300 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Masa! Ini Penjelasan Bank Indonesia