| Puncak Hujan Meteor Lyrid Malam Ini, Jadwal dan Cara Menonton di Indonesia |
Suaratebo.net, Jakarta - Fenomena langit tahunan, hujan meteor Lyrid, akan mencapai puncaknya di langit Indonesia pada Rabu (22/4/2026) malam hingga dini hari esok. Sebagai salah satu hujan meteor tertua yang tercatat dalam sejarah, fenomena ini menawarkan pemandangan sisa debu komet yang terbakar di atmosfer dengan intensitas yang memukau.
Hujan meteor Lyrid berasal dari partikel debu komet C/1861 G1 Thatcher. Komet ini merupakan pengorbit jangka panjang yang membutuhkan waktu 415 tahun untuk mengelilingi Matahari. Menariknya, catatan sejarah dari China menunjukkan bahwa manusia telah mengamati keindahan Lyrid sejak lebih dari 2.500 tahun yang lalu.
Waktu Terbaik Melihat Hujan Meteor Lyrid
Bagi pengamat di wilayah Indonesia, khususnya Jakarta dan sekitarnya, meteor ini diprediksi mulai terlihat pada pukul 23.00 WIB. Intensitas meteor akan mencapai puncaknya setelah tengah malam hingga menjelang fajar.
Kondisi langit malam ini diperkirakan sangat ideal karena Bulan kuartal pertama akan terbenam sebelum tengah malam. Hal ini membuat langit menjadi lebih gelap, sehingga jejak debu meteor yang terang dapat terlihat lebih jelas selama beberapa detik tanpa gangguan cahaya bulan.
Cara Menonton Tanpa Alat Bantu
Mengutip laporan CNN Indonesia, Anda tidak memerlukan teleskop atau peralatan khusus untuk menyaksikan fenomena ini. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pengamatan maksimal:
- Cari Lokasi Minim Polusi Cahaya, Pergilah ke tempat yang jauh dari lampu kota, seperti area pantai atau pegunungan.
- Adaptasi Mata, Berikan waktu 15–20 menit bagi mata Anda untuk menyesuaikan diri dengan kegelapan total.
- Pantau Rasi Bintang Lyra, Meskipun meteor bisa muncul di bagian langit mana pun, titik asalnya (radiant) berada di rasi bintang Lyra di arah utara.
- Cek Kondisi Cuaca, Pastikan langit dalam keadaan cerah dan tidak tertutup awan mendung.
Pada puncaknya, Lyrid akan menghasilkan sekitar 20 meteor per jam. Meskipun intensitasnya masuk kategori sedang, meteor ini dikenal sering meninggalkan jejak cahaya yang dramatis, menjadikannya salah satu atraksi langit yang paling ditunggu setiap bulan April. (HS)

