Scroll untuk melanjutkan membaca

Industri Pulp dan Kertas RI Tertekan Konflik Geopolitik, APKI Dorong Konsolidasi Nasional

 Industri Pulp dan Kertas RI Tertekan Konflik Geopolitik, APKI Dorong Konsolidasi Nasional/Doc. Ai

Suaratebo.net – Industri pulp dan kertas nasional kini berada dalam bayang-bayang tekanan besar. Konflik geopolitik global yang kian memanas berdampak langsung pada gangguan rantai pasok bahan baku dan membengkaknya biaya logistik internasional.

Melansir informasi dari akun Instagram @redsignalcom, Ketua Umum Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) menegaskan bahwa saat ini diperlukan konsolidasi kuat antara pelaku usaha dan pemerintah untuk menjaga daya saing industri strategis ini di kancah global.

Dampak Lonjakan Harga Energi dan Hambatan Ekspor

Krisis di Timur Tengah telah memicu lonjakan harga energi dan biaya pengiriman laut (freight cost) yang signifikan. Dalam tiga bulan terakhir, harga pulp global tercatat naik hingga 25 persen, sebuah angka yang memukul daya saing ekspor Indonesia.

Tantangan tidak hanya datang dari sisi biaya produksi, tetapi juga dari kebijakan perdagangan internasional:

  • Amerika Serikat, Ekspor kertas Indonesia terhambat oleh tarif impor tinggi sebesar 32 persen.
  • Tiongkok, Sebagai negara tujuan utama, Tiongkok mulai memberlakukan pembatasan non-tarif yang ketat terkait ambang batas emisi karbon.

Strategi Bertahan, Transformasi ESG dan Inovasi Biomassa

Menghadapi tekanan tersebut, industri pulp dan kertas nasional mulai mempercepat transformasi berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG). Target besarnya adalah mencapai Net Zero Emission pada 2050.

Langkah konkret yang diambil meliputi penggunaan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) dan beralih ke energi biomassa. Selain itu, pelaku industri mulai meningkatkan pemanfaatan limbah daur ulang hingga 40 persen guna meminimalisir ketergantungan pada kayu alam.

Dukungan Kemenperin dan Kontribusi Ekonomi

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong efisiensi energi dan penggunaan energi terbarukan. Langkah ini diproyeksikan mampu menekan biaya produksi hingga 15 persen, sehingga produk Indonesia tetap kompetitif.

Perlu diketahui, sektor ini memiliki peran vital bagi ekonomi nasional:

  • Kontribusi PDB. Menyumbang 3,68 persen terhadap PDB nonmigas.
  • Skala Industri, Didukung oleh 113 perusahaan aktif.
  • Tenaga Kerja, Menyerap sebanyak 288 ribu tenaga kerja langsung.

Melalui sinergi yang tepat, industri pulp dan kertas diharapkan mampu melewati badai geopolitik dan tetap menjadi pilar ekspor manufaktur Indonesia di masa depan.

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  •  Industri Pulp dan Kertas RI Tertekan Konflik Geopolitik, APKI Dorong Konsolidasi Nasional
  •  Industri Pulp dan Kertas RI Tertekan Konflik Geopolitik, APKI Dorong Konsolidasi Nasional
  •  Industri Pulp dan Kertas RI Tertekan Konflik Geopolitik, APKI Dorong Konsolidasi Nasional
  •  Industri Pulp dan Kertas RI Tertekan Konflik Geopolitik, APKI Dorong Konsolidasi Nasional
  •  Industri Pulp dan Kertas RI Tertekan Konflik Geopolitik, APKI Dorong Konsolidasi Nasional
  •  Industri Pulp dan Kertas RI Tertekan Konflik Geopolitik, APKI Dorong Konsolidasi Nasional