![]() |
| Operasi Pasar Gas 3 Kg di Tebing Tinggi: Solusi Atasi Kelangkaan dan Harga Melambung |
Suaratebo.net, Tebo – Menanggapi kondisi kelangkaan gas Elpiji 3 kg yang meresahkan warga dalam beberapa bulan terakhir, Pemerintah Kelurahan Tebing Tinggi bekerja sama dengan Pertamina menggelar Operasi Pasar Gas 3 Kg. Kegiatan ini dipusatkan di halaman Kantor Lurah Tebing Tinggi pada Selasa, 17 Februari 2026, sebagai upaya nyata menstabilkan harga di tingkat konsumen.
Mengatasi Harga Eceran yang Tembus Rp45.000
Kelangkaan stok di pasaran telah memicu lonjakan harga yang signifikan di tingkat pengecer. Warga melaporkan bahwa harga satu tabung "gas melon" sempat menyentuh angka Rp45.000, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Melalui operasi pasar ini, masyarakat bisa mendapatkan gas dengan harga resmi, yakni Rp18.000 per tabung.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua RT 04 Sumber Sari, Heru Kurniawan, turun langsung memantau lokasi dan memberikan instruksi kepada warganya agar proses penyaluran berjalan tertib dan tepat sasaran.
Statemen Heru Kurniawan, Ketua RT 04 Sumber Sari
Heru Kurniawan mengimbau agar warga tidak melewatkan kesempatan ini dan datang lebih awal dengan persiapan yang matang.
"Kami meminta seluruh warga, khususnya di lingkungan RT 04 Sumber Sari, untuk segera bersiap. Pastikan Anda membawa tabung gas kosong dan uang pas sebesar Rp18.000 agar proses transaksi lebih cepat. Operasi pasar ini adalah jawaban atas keluhan warga mengenai mahalnya gas di toko eceran belakangan ini. Mari kita manfaatkan dengan tertib," ujar Heru Kurniawan.
Stok Terbatas, Pertamina Turunkan 560 Tabung
Pihak Pertamina mengonfirmasi telah menyiapkan sebanyak 560 tabung gas 3 kg untuk didistribusikan dalam operasi pasar kali ini. Jumlah ini diharapkan mampu meredam kepanikan pasar (panic buying) dan memenuhi kebutuhan dapur masyarakat Kelurahan Tebing Tinggi untuk beberapa waktu ke depan.
Bagi warga yang ingin membeli, berikut adalah ringkasan persyaratannya:
- Membawa tabung gas 3 kg kosong.
- Menyiapkan uang tunai Rp18.000 (disarankan uang pas).
- Membawa identitas diri (KTP/KK) jika diperlukan untuk pendataan.
Dengan adanya operasi pasar ini, diharapkan distribusi energi bersubsidi kembali normal dan harga di tingkat pengecer dapat kembali stabil sesuai regulasi yang berlaku. (HS)
