![]() |
| Perempuan dan UMKM Jadi Pilar Ketahanan Pangan Pascabanjir di Batu Busuak, Kolaborasi UNAND, ITB, dan UIN Bandung |
Suaratebo.net, Padang - Upaya pemulihan pascabencana banjir di Sumatera Barat terus bertransformasi menuju kemandirian ekonomi. Melalui Program Penanganan dan Pemulihan Cepat Bencana Banjir dengan pendekatan multidisplin, warga terdampak di area Simpang Pasia, Batu Busuak, dibekali keterampilan pengolahan pangan pada 27-28 Desember 2025 lalu di Teras Penginapan Nuansa Alam, Limau Manis.
Kegiatan yang melibatkan kolaborasi antara Universitas Andalas (UNAND), ITB, dan UIN Bandung ini fokus pada peningkatan skill warga dan mahasiswa dalam mengolah bahan lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Program ini dibuka langsung oleh Sekretaris Universitas Andalas, Dr. Aidinil Zetra, MA.
"Program ini diharapkan menjadi bentuk solusi berkelanjutan pasca bencana, karena hidup terus berlanjut. Karenanya, kita harus bangkit karena kita pada dasarnya memiliki daya lenting yang kuat," tegas Dr. Aidinil dalam sambutannya.
Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna dan Bahan Lokal
Selama dua hari, peserta mendapatkan pelatihan praktik pembuatan produk seperti pancake varian, bawang goreng, hingga keripik pisang. Menariknya, pelatihan ini juga memperkenalkan teknik pengawetan pangan modern. Dr. Lili Melani, S.T., M.Sc. menjelaskan bahwa penggunaan metode retort memungkinkan produk pangan memiliki daya simpan lebih panjang tanpa mengurangi keamanan konsumsi, sebuah solusi cerdas untuk wilayah rawan bencana.
Prof. Dr. Henny Herwina dari UNAND menambahkan bahwa fase pemulihan harus bergeser dari bantuan darurat menuju kemandirian.
"Setelah kebutuhan dasar terpenuhi, masyarakat perlu dibekali keterampilan agar dapat kembali mandiri secara ekonomi. Pelatihan pengolahan pangan menjadi salah satu solusi realistis yang dapat langsung diterapkan," jelasnya.
Peran Strategis Bundo Kanduang dalam Ekonomi Matrilineal
Kekuatan program ini terletak pada pelibatan organisasi perempuan adat, Bundo Kanduang. Para Bundo Kanduang dari Galeri Matrilineal memberikan pendampingan langsung mengenai standar kebersihan, konsistensi rasa, hingga strategi pemasaran.
Dra. Isharmi, M.A., Wakil Ketua III Biro Sosial dan Ekonomi Bundo Kanduang, menyoroti pergeseran tantangan lapangan. Menurutnya, fokus saat ini adalah bagaimana masyarakat memiliki sumber penghasilan kembali. Senada dengan itu, Yenovita, S.P., Ketua Galeri Matrilineal, menegaskan komitmennya untuk mengawal keberlanjutan produk warga.
"Dukungan tersebut mencakup pendampingan pengemasan produk, promosi, hingga pemasaran, agar keterampilan yang diperoleh peserta dapat berkembang menjadi usaha ekonomi keluarga," ungkap Yenovita.
Sinergi Akademisi dan Komunitas
Kolaborasi ini membuktikan bahwa sinergi antara perguruan tinggi, organisasi seperti Asosiasi Perlebahan Indonesia, dan kearifan lokal Bundo Kanduang adalah kunci pemulihan yang tepat sasaran. Dengan penguatan aspek edukasi dan aplikasi teknologi tepat guna, warga Batu Busuak kini tidak hanya bangkit dari dampak banjir, tetapi juga mulai membangun fondasi ketahanan pangan keluarga yang lebih kokoh dan mandiri.
