Scroll untuk melanjutkan membaca


Pemberdayaan Perempuan dan UMKM di Batu Busuak, Inovasi Ketahanan Pangan Pascabanjir di Padang

Pemberdayaan Perempuan dan UMKM di Batu Busuak, Inovasi Ketahanan Pangan Pascabanjir di Padang

Suaratebo.net, Sumbar - Upaya pemulihan pascabencana banjir di Sumatera Barat kini memasuki fase krusial: kemandirian ekonomi. Melalui Program Ketahanan Pangan berbasis komunitas, warga Batu Busuak, Kota Padang, dibekali keterampilan pengolahan pangan untuk mendorong bangkitnya UMKM rumah tangga.

Kegiatan berupa demo memasak dan pelatihan intensif ini digelar selama dua hari, 25-26 Desember 2025, bertempat di Teras Penginapan Nuansa Alam, Batu Busuak. Fokus utamanya adalah mengubah bahan lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Membangun Daya Lenting Pasca-Bencana

Program ini merupakan kolaborasi multidisiplin yang melibatkan Universitas Andalas (UNAND), ITB, dan UIN Bandung, serta didukung oleh organisasi perempuan adat Bundo Kanduang.

Saat membuka acara, Dr. Aidinil Zetra, MA., Sekretaris Universitas Andalas, menekankan pentingnya keberlanjutan hidup setelah masa darurat berlalu.

"Program ini diharapkan menjadi bentuk solusi berkelanjutan pasca bencana, karena hidup terus berlanjut. Karenanya, kita harus bangkit karena kita pada dasarnya memiliki daya lenting yang kuat," tegas Dr. Aidinil.

Pelatihan Produk Bernilai Ekonomi: Dari Keripik Hingga Teknologi Retort

Di bawah bimbingan instruktur Medios Ugayanda, peserta yang terdiri dari warga terdampak dan mahasiswa mempraktikkan pengolahan produk pangan yang memiliki peluang pasar luas, antara lain:

  • Pancake aneka varian.
  • Bawang goreng renyah.
  • Keripik pisang dan kacang goreng bawang.

Selain teknik memasak, peserta juga diperkenalkan pada teknologi retort untuk pengawetan pangan. Dr. Lili Melani, S.T., M.Sc. menjelaskan bahwa metode ini memungkinkan produk memiliki daya simpan lama tanpa mengurangi kualitas, sebuah solusi tepat guna untuk wilayah rawan bencana.

Peran Strategis Perempuan dan Bundo Kanduang

Ketahanan pangan keluarga seringkali bertumpu pada peran perempuan. Oleh karena itu, keterlibatan Bundo Kanduang menjadi kunci keberhasilan program ini. Prof. Dr. Henny Herwina dari UNAND menyebutkan bahwa setelah kebutuhan dasar terpenuhi, keterampilan ekonomi adalah prioritas berikutnya agar masyarakat tidak bergantung pada bantuan.

Dra. Isharmi, M.A., Wakil Ketua III Biro Sosial dan Ekonomi Bundo Kanduang, menyoroti pergeseran kebutuhan warga.

"Tantangan saat ini bukan lagi sekadar bantuan makanan, tetapi bagaimana masyarakat dapat kembali memiliki sumber penghasilan," ungkapnya.

Dukungan ini akan berlanjut hingga tahap hilir. Yenovita, S.P., Ketua Galeri Matrilineal, menyatakan kesiapannya untuk mendampingi warga dalam hal pengemasan (packaging), promosi, hingga akses pemasaran.

Sinergi Akademisi dan Masyarakat

Dapur pelatihan di Batu Busuak berubah menjadi ruang dialog interaktif. Kolaborasi antara pakar pangan dari perguruan tinggi dengan organisasi lokal seperti Asosiasi Perlebahan Indonesia memastikan bahwa produk yang dihasilkan tetap mempertahankan kearifan lokal Sumatera Barat namun dengan standar keamanan pangan yang modern.

Melalui sinergi ini, pemulihan pascabanjir di Batu Busuak tidak hanya sekadar memperbaiki apa yang rusak, tetapi membangun pondasi ekonomi yang lebih kuat dan mandiri bagi keluarga terdampak. (HS)

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Pemberdayaan Perempuan dan UMKM di Batu Busuak, Inovasi Ketahanan Pangan Pascabanjir di Padang
  • Pemberdayaan Perempuan dan UMKM di Batu Busuak, Inovasi Ketahanan Pangan Pascabanjir di Padang
  • Pemberdayaan Perempuan dan UMKM di Batu Busuak, Inovasi Ketahanan Pangan Pascabanjir di Padang
  • Pemberdayaan Perempuan dan UMKM di Batu Busuak, Inovasi Ketahanan Pangan Pascabanjir di Padang
  • Pemberdayaan Perempuan dan UMKM di Batu Busuak, Inovasi Ketahanan Pangan Pascabanjir di Padang
  • Pemberdayaan Perempuan dan UMKM di Batu Busuak, Inovasi Ketahanan Pangan Pascabanjir di Padang