![]() |
| Kronologi Siswa di Banten Pukul Guru Saat Ditegur Bolos, Berawal dari Ruang Kelas Kosong/Foto IG @viralbanten.id |
Suaratebo.net - Insiden kekerasan di lingkungan sekolah kembali menyita perhatian publik. Seorang guru bernama Arfan dilaporkan menjadi korban pemukulan oleh siswanya sendiri berinisial MY. Peristiwa memprihatinkan ini terjadi pada Senin (26/1/2026) saat jam pelajaran berlangsung, bermula dari tindakan disipliner yang berujung anarki.
Bermula dari Temuan Ruang Kelas Kosong
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari akun Instagram @viralbanten.id, kejadian bermula ketika Arfan sedang menjalankan tugas rutin mengecek ruang-ruang kelas. Arfan dikejutkan dengan kondisi salah satu kelas yang hampir kosong melompong, di mana hanya ada satu orang siswa yang tersisa di dalam ruangan tersebut.
Merasa ada yang tidak beres, Arfan segera melakukan penyisiran di area lingkungan sekolah. Kecurigaannya terbukti; ia menemukan sekelompok siswa yang diduga kuat tengah bersiap untuk melakukan aksi bolos massal. Saat dihampiri, mayoritas siswa langsung kocar-kacir melarikan diri, namun pelaku MY tetap berada di lokasi.
Detik-detik Pemukulan di Area Ruang Guru
Ketegangan memuncak saat Arfan memberikan teguran tegas kepada MY atas rencana bolos tersebut. Bukannya menyadari kesalahan, MY justru tersulut emosi. Pelaku yang tidak terima ditegur kemudian membuntuti Arfan yang saat itu berjalan menuju ruang guru.
Tanpa peringatan, di area ruang guru yang seharusnya menjadi zona aman, MY langsung melayangkan pukulan ke arah wajah korban. Akibat serangan mendadak tersebut, Arfan mengalami luka-luka pada bagian wajah. Aksi nekat siswa ini pun langsung memicu kegemparan di lingkungan sekolah.
Penanganan Hukum Melalui Sistem Peradilan Pidana Anak
Mengingat status pelaku yang masih di bawah umur, proses hukum akan dilakukan dengan mengacu pada Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Meski demikian, otoritas terkait menegaskan bahwa aturan tetap akan ditegakkan dengan tegas.
"Jika terbukti melakukan pelanggaran berat, pelaku tetap terancam sanksi hukum sesuai ketentuan yang berlaku," tegas pihak berwenang. Kasus ini kini menjadi pengingat keras bagi dunia pendidikan mengenai pentingnya perlindungan terhadap tenaga pendidik dan pembinaan karakter siswa agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
