![]() |
| Keutamaan Sholat Jumat, Jangan Tunda, Segera Melangkah ke Masjid! |
Suaratebo.net - Hari Jumat memiliki kedudukan istimewa dalam Islam, dijuluki sebagai sayyidul ayyam (penghulu segala hari). Salah satu amalan paling utama di hari Jumat adalah melaksanakan Sholat Jumat secara berjamaah. Namun, seringkali umat Muslim terlambat datang ke masjid, padahal anjuran untuk bersegera (bersegera) ke masjid memiliki keutamaan dan pahala yang sangat besar, sesuai dengan tuntunan Al-Qur'an dan Hadis Nabi Muhammad SAW
Pahala Berlimpah bagi yang Bersegera Tiba di Saf Awal
Bersegera menuju masjid bukan sekadar masalah disiplin waktu, melainkan upaya meraih fadhilah (keutamaan) yang telah disiapkan Allah SWT. Dalam ajaran Islam, semakin awal seseorang tiba di masjid, semakin besar pula pahala yang ia dapatkan. Keutamaan ini disinggung jelas dalam firman Allah SWT dalam Surah Al-Jumu’ah (62) ayat 9, di mana Allah menyeru orang-orang beriman:
Artinya: "Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan Sholat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."
Kata (fas'aw) dalam ayat tersebut memiliki arti bersegera, bergegas, atau berusaha keras. Ini adalah perintah langsung untuk mendahulukan panggilan Allah di atas segala urusan duniawi, termasuk perniagaan.
Mengejar 'Hadiah' Pahalanya seperti Berkurban Unta
Keutamaan datang awal ke masjid juga dipertegas dalam sabda Rasulullah ﷺ. Beliau menggambarkan pahala bagi yang bersegera datang ke masjid pada waktu-waktu awal seperti memberikan sedekah atau kurban.
Sebuah hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim menyebutkan:
“Apabila tiba hari Jumat, para Malaikat berdiri di setiap pintu masjid. Mereka mencatat orang-orang yang datang pertama, kemudian yang berikutnya. Perumpamaan orang yang datang pertama seperti berkurban seekor unta. Kemudian yang datang berikutnya seperti berkurban seekor sapi. Kemudian yang datang berikutnya seperti berkurban seekor kambing. Kemudian yang datang berikutnya seperti berkurban seekor ayam. Kemudian yang datang berikutnya seperti berkurban sebutir telur. Apabila imam telah keluar (naik mimbar), maka Malaikat menutup lembaran catatan mereka dan ikut mendengarkan khutbah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Narasi ini jelas menunjukkan bahwa Malaikat berhenti mencatat pahala begitu Khatib (Imam) naik ke mimbar. Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin mendapatkan pahala terbesar, jangan tunda langkah Anda, segera mandi, berwangi-wangian, dan melangkahkan kaki menuju masjid sebelum waktu khutbah dimulai. Raih pahala Unta dengan menjadi jamaah terdepan!
