Autopsi Mayat Handra, Polres Tebo Datangkan Dokter Forensik Dari Palembang

Autopsi Mayat Handra, Polres Tebo Datangkan Dokter Forensik Dari Palembang


SUARATEBO.NET - Terkait penemuan mayat Handra Bin Taher als Engga (30) warga Rt. 07 Dusun Bukit Bulan jalan batu bara Desa Pemayungan, Kec. Sumay yang ditemukan warga membusuk di belakang gudang kosong pada selasa (25/05/3019) yang diduga korban pembunuhan.

Wakapolres Tebo, Kompol Yudha Pranata, menyatakan bahwa saat ini kasus tersebut masih dalam pemeriksaan sejumlah saksi-saksi. Sementara, rencana untuk dilakukan autopsi terhadap mayat. Pihak krpolisian Polres Tebo akan mendatangkan dokter Forensik dari Palembang.

"Saat ini kita masih memeriksa beberapa saksi, sambil menunggu Dokter Forensik yang rencananya akan Tiba di Tebo pada Rabu (29/05/2019) besok," kata Wakapolres, Selasa (28/05/2019).

Sebelumnya, Anto yang merupakan kakak kandung korban mengaku adiknya itu dibunuh. Pasalnya, di dalam gudang kosong tersebut terdapat bercak darah, bahkan ia juga mengaku bahwa kondisi tengkorak kepala di bagian belakang retak seperti bekas pukulan benda tumpul.

"Ya bang, kayaknya adik saya ini dibunuh," singkatnya.

Dugaan ini juga diperkuat dengan ditemukannya sepeda motor milik korban di dalam sungai yang sangat jauh dari TKP tempat ditemukannya Handra. Jarak ditemukannya korban dan sepeda motornya tersebut diperkirakan mencapai 4 Km.

"Motor adik saya ditemukan di dalam sungai oleh abang saya yang dibantu warga sekitar," jelasnya.

Anto juga menceritakan bahwa sebelum korban dikabarkan hilang, pada hari sabtu (18/05/2019) sore lalu Handra sempat pamit untuk keluar rumah menggunakan sepeda motor untuk malam mingguan bersama teman. Namun, keesokan harinya Handra tidak pulang kerumah.

Tepat pada hari jum"at malam sabtu (24/05/2019) kemarin saya baru melaporkan ke Polsek Sumay untuk mencari adik saya ini, karena sudah 6 hari ini tidak pulang kerumah. Keesokan harinya tepatnya pada hari ini (sabtu,red) mendapat kabar kalau ada orang mencium bauk busuk di sekitar gudang. 

"Dan memang aroma bauk busuk yang menyengat tersebut berasal dari bauk mayat adik saya yang ditemukan di belakang gudang," terangnya.

Saat ditanya apakah Handra punya masalah dengan orang lain, Anto mengakui memang Handra ada masalah dengan temannya. Namun, permasalahan tersebut sudah diketahui kades dan perangkat Desa setempat.

Hingga berita ini diterbitkan belum ada informasi resmi dari pihak kepolisian, pasalnya pihak kepolisian masih berada di TKP untuk mencari tau apa penyebab tewasnya korban. (ST,END)