Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bukan BLT! Menko Airlangga Siapkan Program Magang Jadi Stimulus Kelas Menengah

Melansir CNBC Indonesia, Menko Airlangga tegaskan BLT hanya untuk kelas bawah, sementara kelas menengah akan diberi stimulus lewat program magang.
Bukan BLT! Menko Airlangga Siapkan Program Magang Jadi Stimulus Kelas Menengah (Generate By Gemini AI)

Suaratebo.net, Jakarta – Pemerintah memastikan arah kebijakan pemberian jaring pengaman sosial akan disesuaikan berdasarkan segmentasi ekonomi masyarakat. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberi sinyal bahwa masyarakat kelas menengah dan bawah akan menerima stimulus dengan skema yang berbeda.

Melansir dari laman CNBC Indonesia, Airlangga menegaskan bahwa Bantuan Langsung Tunai (BLT) tidak akan menyasar masyarakat kelas menengah, melainkan khusus difokuskan untuk kelompok masyarakat kelas bawah yang paling rentan.

"Kalau BLT bukan yang di menengah, tetapi yang di bawah," ujar Airlangga saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026).

Skema Program Magang untuk Kelas Menengah

Pemerintah menyadari adanya tekanan ekonomi yang dihadapi kelas menengah, salah satunya dipicu oleh kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax. Meski demikian, daya beli masyarakat bawah tetap dijaga dengan mempertahankan harga BBM subsidi Pertalite di angka Rp10.000 per liter.

Sebagai kompensasi dampak ekonomi bagi kelas menengah, pemerintah menyiapkan stimulus non-tunai. Skema bantuan tersebut akan disalurkan melalui pengaktifan kembali program ketenagakerjaan.

"Terus kemudian kita siapkan yang untuk kelas menengah ke bawah, desil 4 ke bawah. Nah ini sedang diberlakukan. Kelas menengah, salah satu program magang yang kita lagi dorong kembali di bulan Juni," pungkas Airlangga.

BLTS Kesra Era Presiden Prabowo Resmi Berakhir

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga memastikan bahwa Program Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) tidak akan berlanjut di tahun 2026. Program yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto pada akhir tahun lalu itu memang didesain bersifat sementara.

BLTS Kesra sebelumnya menargetkan 35 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan total bantuan Rp900 ribu untuk periode Oktober, November, dan Desember 2025.

"Ini adalah stimulan akhir tahun (2025) untuk mendorong daya beli masyarakat, mendorong juga pertumbuhan ekonomi," jelasnya.

Evaluasi Kemensos: Larangan untuk Judi Online dan Rokok

Berdasarkan data Kementerian Sosial yang dipaparkan oleh Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul), program BLTS Kesra 2025 telah berhasil disalurkan kepada lebih dari 28 juta KPM yang layak melalui Himbara dan PT Pos Indonesia sebelum proses cut-off data dilakukan pada 17 Desember tahun lalu.

Gus Ipul mengingatkan secara tegas agar segala bentuk bantuan sosial yang diberikan pemerintah baik untuk kelas bawah maupun program pendukung kelas menengah digunakan secara bijak dan tepat sasaran.

Pemerintah melarang keras dana bantuan digunakan untuk hal-hal konsumtif yang merusak maupun ilegal.

"Bantuan ini tentu diharapkan tidak disalahgunakan. Gunakan untuk kepentingan-kepentingan yang paling pokok. Mungkin keperluan anak-anak sekolah atau merintis usaha. Tidak boleh digunakan untuk membeli rokok, kredit sepeda motor, atau untuk main judi online," tegas Gus Ipul. (HS)

Baca Juga:
Tersalin 👍
Suaratebo
Suaratebo
PT Multimedia Suara Tebo

Berita Terbaru

  • Bukan BLT! Menko Airlangga Siapkan Program Magang Jadi Stimulus Kelas Menengah
  • Bukan BLT! Menko Airlangga Siapkan Program Magang Jadi Stimulus Kelas Menengah
  • Bukan BLT! Menko Airlangga Siapkan Program Magang Jadi Stimulus Kelas Menengah
  • Bukan BLT! Menko Airlangga Siapkan Program Magang Jadi Stimulus Kelas Menengah
  • Bukan BLT! Menko Airlangga Siapkan Program Magang Jadi Stimulus Kelas Menengah
  • Bukan BLT! Menko Airlangga Siapkan Program Magang Jadi Stimulus Kelas Menengah