![]() |
| Waspada! Diabetes dan Hipertensi Jadi Pemicu Utama Gagal Ginjal, Begini Cara Mencegahnya/Gambar Ilustrasi AI |
Suaratebo.net – Kasus gagal ginjal di Indonesia terus menjadi perhatian serius. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengungkapkan bahwa komplikasi akibat Diabetes Mellitus dan Hipertensi merupakan faktor utama yang memicu kerusakan ginjal secara permanen.
Dilansir dari Detik , BPJS Kesehatan kini mulai memfokuskan strategi pada pendekatan promotif dan preventif. Langkah ini diambil untuk menekan angka kasus sekaligus mengurangi beban pembiayaan kesehatan negara yang sangat besar akibat penyakit katastrofik ini.
Bagaimana Diabetes Merusak Ginjal?
Banyak orang tidak menyadari bahwa kadar gula darah yang tinggi memaksa ginjal bekerja ekstra keras. Saat glukosa meningkat, ginjal berupaya membuangnya melalui urine, yang sering kali ditandai dengan gejala sering buang air kecil dan rasa haus yang terus-menerus.
Dalam jangka panjang, gula darah yang tidak terkontrol akan merusak pembuluh darah kecil di dalam ginjal. Berdasarkan studi dalam jurnal Medicine (2023), beban filtrasi glukosa yang tinggi secara bertahap mengubah struktur ginjal. Jika dibiarkan, protein akan bocor ke urine dan memicu terbentuknya jaringan parut yang mematikan fungsi ginjal.
Bahaya Hipertensi yang Terabaikan
Selain diabetes, hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi "pembunuh senyap" bagi organ ginjal. Ginjal membutuhkan aliran darah yang stabil untuk menyaring racun. Namun, tekanan darah yang terus-menerus tinggi menyebabkan pembuluh darah menyempit dan menebal.
Akibatnya, pasokan oksigen dan nutrisi ke jaringan ginjal terganggu. Studi terbaru di jurnal Biomedicine (2026) menegaskan bahwa hipertensi yang tidak terkontrol dalam waktu lama merupakan penyebab utama penurunan fungsi ginjal secara drastis di Indonesia.
Nutri Level, Solusi Pola Makan Sehat
Menyikapi tren ini, pemerintah mulai menerapkan kebijakan Nutri Level pada pangan siap saji. Label ini berfungsi memudahkan masyarakat untuk memantau asupan Gula, Garam, dan Lemak (GGL) harian.
"Fokus kita adalah pada promotif dan preventif. Dengan menjaga gaya hidup dan asupan nutrisi, kita bisa menurunkan risiko penyakit jangka panjang," ujar Prihati Pujowaskito.
Masyarakat, khususnya di Kabupaten Tebo, diimbau untuk lebih sadar dalam memilih makanan kemasan. Mengurangi minuman manis dan membatasi makanan tinggi garam adalah langkah kecil yang berdampak besar untuk menjaga fungsi ginjal tetap optimal hingga masa tua. (HS)

