![]() |
| Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara, 2 Pelaku Ditangkap/Gambar Ilustrasi AI |
Suaratebo.net, Maluku Tenggara – Kabar duka sekaligus mengejutkan datang dari Maluku Tenggara. Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora atau yang akrab disapa Nus Kei, dilaporkan tewas usai menjadi korban penikaman oleh orang tak dikenal (OTK) pada Minggu (19/4).
Peristiwa tragis ini terjadi tepat di pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, Kecamatan Kei Kecil, sekitar pukul 11.25 WIT. Kejadian berlangsung sangat cepat, sesaat setelah korban baru saja mendarat dari perjalanannya dari Jakarta.
Kronologi Penyerangan di Bandara Karel Sadsuitubun
Dilansir dari unggahan akun Instagram @sensitif_konten, korban yang baru saja tiba tiba-tiba diserang oleh pelaku. Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, mengonfirmasi insiden penyerangan menggunakan senjata tajam tersebut.
"Korban tiba-tiba ditikam menggunakan sebilah pisau oleh orang tak dikenal, lalu pelaku melarikan diri dari lokasi," ujar Rositah dalam keterangannya kepada awak media.
Pasca-kejadian, korban segera dilarikan ke RS Karel Sadsuitubun sekitar pukul 12.00 WIT untuk mendapatkan pertolongan medis darurat. Namun, akibat luka serius yang diderita, nyawa Agrapinus Rumatora tidak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit.
Polisi Tangkap Dua Terduga Pelaku dalam 2 Jam
Merespons kejadian yang meresahkan publik tersebut, pihak kepolisian bergerak cepat melakukan pengejaran. Dalam waktu kurang dari dua jam setelah insiden, Satreskrim Polres Maluku Tenggara berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku.
Dua pria yang diamankan masing-masing berinisial:
- HR (28)
- FU (36)
Saat ini, kedua terduga pelaku telah dibawa ke Markas Polres Maluku Tenggara untuk menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap motif di balik aksi penyerangan maut tersebut.
Pengamanan dan Himbauan Masyarakat
Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan apakah ada aktor intelektual lain di balik kasus ini. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib.
Kejadian ini menjadi sorotan luas di media sosial, terutama mengingat status korban sebagai tokoh politik penting di wilayah Maluku Tenggara. Pihak keluarga dan kerabat korban kini tengah menunggu proses lebih lanjut sebelum jenazah dipulangkan ke rumah duka. (HS)

