![]() |
| Bahaya Logam Berat, Gubernur Jakarta Instruksikan Ikan Sapu-Sapu Hasil Tangkapan Segera Dikubur/Gambar Ilustrasi AI |
Suaratebo.net, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memberikan instruksi tegas untuk mengubur seluruh ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap dari sungai-sungai di wilayah ibu kota. Langkah ini diambil karena ikan tersebut dinilai tidak layak konsumsi akibat tingginya kandungan residu berbahaya.
"Sapu-sapunya akan dikubur. Ini berbahaya karena biota air di Jakarta diperkirakan sudah di atas 60 persen isinya ikan sapu-sapu ini," ujar Pramono saat memberikan keterangan di Jakarta Utara, Jumat (17/4), dirilis media Antara.
Menurut Pramono, pengurangan populasi ikan invasif ini harus dilakukan secara masif untuk menormalkan kembali ekosistem air di Jakarta yang saat ini didominasi oleh spesies tersebut.
Kandungan Logam Diatas Ambang Batas
Pramono menjelaskan bahwa daya tahan ikan sapu-sapu yang mampu hidup di air kotor membuat tubuhnya menyerap residu logam berat dalam jumlah tinggi. Berdasarkan data yang ia sampaikan, rata-rata kandungan logam pada ikan sapu-sapu di perairan Jakarta telah mencapai angka di atas 0,3.
"Di Jakarta, kita sudah menemukan rata-rata sudah di atas 0,3 dan itu berbahaya," ungkapnya.
Dikutip dari Antara, Pramono juga menyoroti bahwa di negara asalnya, Amerika Selatan, ikan ini mulai diolah menggunakan teknologi suhu tinggi untuk dijadikan tepung pakan ternak. Namun, pemanfaatan tersebut belum dilakukan secara massal karena kekhawatiran serupa terkait kandungan logam berat yang tetap tinggi meskipun ikan tersebut diambil dari perairan yang relatif lebih bersih.
Resiko Rantai Makanan bagi Manusia
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Haeru Rahayu, memperingatkan adanya risiko kesehatan jika ikan ini masuk ke dalam rantai makanan manusia.
Melansir laporan Antara, Haeru menyebut bahwa meski secara teknis bisa diolah menjadi pupuk organik atau tepung ikan, residu yang terkandung di dalamnya tetap menjadi ancaman utama.
"Kalau dijadikan tepung ikan, kemudian dimakan oleh ikan, ikannya dimakan oleh manusia, maka punya potensi (residu) untuk masuk ke manusia," jelas Haeru.
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memilih opsi pemusnahan dengan cara dikubur sebagai solusi paling aman untuk memutus rantai kontaminasi logam berat dari ikan sapu-sapu terhadap masyarakat ibu kota.

