![]() |
| Kabar Gembira! Menko Airlangga Pastikan THR 2026 Cair Penuh 100 Persen, Anggaran Tembus Rp 55 Triliun |
Suaratebo.net - Angin segar berhembus bagi jutaan Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, hingga pensiunan di seluruh Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, secara resmi mengumumkan bahwa Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2026 akan dibayarkan penuh sebesar 100 persen.
Kebijakan ini mencakup pembayaran gaji pokok beserta berbagai tunjangan melekat secara utuh, tanpa potongan sebagaimana yang pernah terjadi di masa pandemi. Langkah ini diambil pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memacu roda perekonomian nasional di momentum hari raya.
Perbedaan Signifikan Antara THR dan Gaji ke-13
Dalam keterangannya, Menko Airlangga juga memberikan penegasan agar masyarakat tidak keliru membedakan antara THR dan Gaji ke-13. Meskipun keduanya merupakan hak ASN, terdapat perbedaan waktu pencairan dan fungsi:
- THR (Tunjangan Hari Raya), Difokuskan untuk membantu biaya kebutuhan menyambut hari raya keagamaan.
- Gaji ke-13, Direncanakan cair pada bulan Juni 2026, yang secara historis ditujukan untuk membantu biaya pendidikan anak sekolah pada tahun ajaran baru.
Rincian Anggaran, Kenaikan 10 Persen dari Tahun Lalu
Pemerintah telah mengalokasikan total anggaran fantastis sebesar Rp 55 triliun untuk pembayaran THR tahun ini. Angka tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 10% dibandingkan tahun sebelumnya, yang dipicu oleh penyesuaian jumlah penerima serta kenaikan tunjangan tertentu.
Berikut adalah rincian alokasi anggaran THR 2026:
|
Kelompok Penerima |
Jumlah Penerima |
Alokasi Anggaran |
|
ASN Pusat, TNI & Polri |
2,4 Juta Personel |
Rp 22,2 Triliun |
|
ASN Daerah |
4,3 Juta Personel |
Rp 20,2 Triliun |
|
Pensiunan |
3,8 Juta Orang |
Rp 12,7 Triliun |
Dampak Terhadap Perekonomian Nasional
Pencairan THR secara penuh ini diharapkan memberikan efek multiplier terhadap konsumsi rumah tangga. Dengan terserapnya anggaran Rp 55 triliun ke pasar, sektor ritel, transportasi, hingga UMKM di daerah diprediksi akan mengalami lonjakan omzet yang signifikan.
"Pemerintah berharap THR ini dapat dimanfaatkan secara bijak oleh para penerima untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga, sehingga perputaran ekonomi di tingkat daerah maupun nasional dapat bergerak lebih masif," pungkas Airlangga Hartarto.
