Scroll untuk melanjutkan membaca

Iran Tutup Selat Hormuz, Bahlil Buka-bukaan Stok BBM RI Cuma Tahan 20 Hari!

Iran Tutup Selat Hormuz, Bahlil Buka-bukaan Stok BBM RI Cuma Tahan 20 Hari!/Ai

Suaratebo.net – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mencapai titik nadir setelah Iran resmi menutup jalur pelayaran vital, Selat Hormuz. Merespons hal tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan peringatan serius mengenai kondisi ketahanan energi nasional.

Bahlil mengungkapkan bahwa cadangan operasional Bahan Bakar Minyak (BBM) Indonesia saat ini berada dalam posisi siaga. Jika pasokan global terhenti total akibat blokade jalur tersebut, stok BBM dalam negeri diprediksi hanya mampu bertahan selama 20 hari.

"Kondisi cadangan operasional kita untuk BBM saat ini rata-rata berada di angka 20 hari. Ini yang sedang kita mitigasi secara ketat karena Selat Hormuz adalah jalur urat nadi pasokan minyak dunia," ujar Bahlil dirilis CNBC Indonesia, Senin (02/03/2026).

Ancaman Nyata bagi APBN dan Harga Minyak

Penutupan Selat Hormuz bukan perkara sepele bagi ekonomi Indonesia. Jalur ini merupakan rute utama bagi kapal tanker yang membawa minyak mentah dan LPG dari Timur Tengah menuju Asia, termasuk Indonesia.

Mengutip data Bloomberg dan analisis internal kementerian, Bahlil menjelaskan bahwa gangguan pada jalur ini akan memicu lonjakan harga minyak mentah dunia (Indonesian Crude Price/ICP) jauh di atas asumsi makro APBN 2026. Hal ini berpotensi membengkakkan beban subsidi energi secara drastis.

Strategi Darurat, Berpaling ke Amerika Serikat

Menghadapi situasi genting ini, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Salah satu langkah cepat yang diambil adalah melakukan diversifikasi sumber impor untuk mengamankan stok nasional.

Beberapa poin strategi mitigasi yang disiapkan pemerintah antara lain:

  • Diversifikasi Pasokan, Indonesia mulai mengalihkan sebagian kontrak pengadaan energi, terutama LPG, dari wilayah Timur Tengah ke Amerika Serikat.
  • Kontrak Transisi, Pemerintah tengah mengamankan kontrak pasokan darurat dengan durasi sekitar 60 hari dari wilayah non-konflik.
  • Optimalisasi Kilang, Memaksimalkan kapasitas olah kilang domestik untuk mengurangi ketergantungan pada impor BBM jadi.

Koordinasi dengan Dewan Energi Nasional (DEN)

Lebih lanjut, Bahlil menjadwalkan pertemuan tingkat tinggi dengan Dewan Energi Nasional (DEN) pada Selasa (03/03/2026). Pertemuan ini bertujuan untuk menghitung ulang ketahanan energi nasional serta menyiapkan skenario terburuk jika penutupan Selat Hormuz berlangsung dalam jangka waktu lama.

"Besok kami akan rapat detail dengan DEN. Kita akan hitung kembali semuanya, mulai dari stok, ketersediaan anggaran subsidi, hingga kemungkinan mencari alternatif supply dari Afrika atau Amerika Latin," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, harga minyak mentah jenis Brent terpantau melonjak ke level psikologis baru, merespons ketidakpastian di jalur perdagangan yang dilewati 20% konsumsi minyak dunia tersebut.

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • Iran Tutup Selat Hormuz, Bahlil Buka-bukaan Stok BBM RI Cuma Tahan 20 Hari!
  • Iran Tutup Selat Hormuz, Bahlil Buka-bukaan Stok BBM RI Cuma Tahan 20 Hari!
  • Iran Tutup Selat Hormuz, Bahlil Buka-bukaan Stok BBM RI Cuma Tahan 20 Hari!
  • Iran Tutup Selat Hormuz, Bahlil Buka-bukaan Stok BBM RI Cuma Tahan 20 Hari!
  • Iran Tutup Selat Hormuz, Bahlil Buka-bukaan Stok BBM RI Cuma Tahan 20 Hari!
  • Iran Tutup Selat Hormuz, Bahlil Buka-bukaan Stok BBM RI Cuma Tahan 20 Hari!