Scroll untuk melanjutkan membaca

Kondisi Kritis Sungai Alai Tebo, Air Keruh Berlumpur Picu Desakan Aksi Nyata Pemerintah

Kondisi Kritis Sungai Alai Tebo, Air Keruh Berlumpur Picu Desakan Aksi Nyata Pemerintah

Suaratebo.net, Tebo - Ekosistem perairan di Kabupaten Tebo tengah berada dalam ancaman serius. Sungai Alai, yang membentang hingga hilir Sungai Batanghari, kini terpantau dalam kondisi memprihatinkan. Aliran air yang seharusnya menjadi sumber kehidupan, kini tampak keruh pekat menyerupai lumpur, memicu kekhawatiran luas terkait keberlanjutan lingkungan di wilayah tersebut.

Fenomena ini tidak hanya mengganggu estetika alam, tetapi juga melumpuhkan fungsi vital sungai sebagai sumber air bersih, sarana irigasi pertanian, hingga habitat bagi flora dan fauna air.

Ancaman Ekologis dan Kelumpuhan Sektor Ketahanan Pangan

Kondisi Sungai Alai yang diduga tercemar berat ini berdampak langsung pada sektor-sektor strategis di Kabupaten Tebo, di antaranya:

  • Irigasi & Pertanian, Petani sawah dan pekebun kesulitan mendapatkan pasokan air layak untuk program ketahanan pangan.
  • Kebutuhan Domestik, Masyarakat di sepanjang aliran sungai tidak lagi dapat memanfaatkan air untuk kebutuhan rumah tangga.
  • Ekosistem & Pariwisata, Kerusakan ekologis menyebabkan kepunahan biota sungai dan mematikan potensi pariwisata air lokal.

Pemerhati Lingkungan dan Sosial Masyarakat Kabupaten Tebo, Shahril RA Permata, menegaskan bahwa fenomena ini merupakan sinyal merah bagi ekosistem Jambi. Menurutnya, tidak hanya Sungai Alai, tetapi juga banyak anak sungai lainnya hingga sungai induk Batanghari yang kini berada dalam kondisi kritis akibat pencemaran limbah, penyempitan, dan pendangkalan.

Desakan Penindakan Tegas Terhadap Aktivitas Ilegal

Shahril menyoroti adanya dugaan kuat bahwa kekeruhan ekstrem ini bukan sekadar fenomena alam, melainkan akibat dari aktivitas manusia yang melanggar hukum. Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Tebo untuk tidak membiarkan kondisi ini berlarut-larut.

"Pemerintah Kabupaten Tebo wajib segera mencari penyebab utama dari kekeruhan ini. Harus ada penindakan tegas atas perbuatan yang melanggar aturan wilayah daerah aliran sungai," ujar Shahril RA Permata.

Ia menekankan pentingnya prinsip ramah lingkungan dan keseimbangan ekosistem demi mencegah kerusakan alam yang lebih masif. Pelanggaran terhadap keberlanjutan ekologis ini dianggap sebagai ancaman serius bagi generasi mendatang.

Langkah Konkret Lintas Sektoral dan Peran APH

Menyikapi krisis lingkungan ini, Shahril berharap adanya kolaborasi cepat antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, lintas sektoral, dan Aparat Penegak Hukum (APH).

"Kami berharap Pemerintah Kabupaten Tebo segera turun tangan. Ambil langkah konkret, lakukan investigasi lapangan, dan tindak tegas jika ditemukan adanya aktivitas ilegal yang menjadi penyebab sungai keruh dan berlumpur ini," tegasnya.

Masyarakat kini menunggu langkah nyata dari pemerintah untuk memulihkan kembali fungsi sungai menuju Tebo yang Bersih dan Lestari.

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • Kondisi Kritis Sungai Alai Tebo, Air Keruh Berlumpur Picu Desakan Aksi Nyata Pemerintah
  • Kondisi Kritis Sungai Alai Tebo, Air Keruh Berlumpur Picu Desakan Aksi Nyata Pemerintah
  • Kondisi Kritis Sungai Alai Tebo, Air Keruh Berlumpur Picu Desakan Aksi Nyata Pemerintah
  • Kondisi Kritis Sungai Alai Tebo, Air Keruh Berlumpur Picu Desakan Aksi Nyata Pemerintah
  • Kondisi Kritis Sungai Alai Tebo, Air Keruh Berlumpur Picu Desakan Aksi Nyata Pemerintah
  • Kondisi Kritis Sungai Alai Tebo, Air Keruh Berlumpur Picu Desakan Aksi Nyata Pemerintah