![]() |
| Siti Manggopoh/akun tiktok @bilqisaff_ |
Suaratebo.net - Siti Manggopoh, dikenal sebagai Singa Betina dari Minang, adalah seorang pejuang perempuan tangguh dari Sumatera Barat yang memimpin perlawanan terhadap penjajahan Belanda di awal abad ke-20. Berikut adalah cerita tentang dirinya:
Siti Manggopoh lahir pada 1 Mei 1880 di Nagari Manggopoh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Ia tumbuh dalam lingkungan yang religius dan memiliki semangat perjuangan yang kuat. Siti Manggopoh dikenal sebagai sosok yang cerdas, tangguh, dan memiliki kemampuan memimpin yang luar biasa.
Pada masa penjajahan Belanda, rakyat Minangkabau mengalami banyak kesulitan, terutama akibat kebijakan ekonomi Belanda yang memberatkan rakyat. Salah satu kebijakan yang paling tidak populer adalah pajak paksa atau belasting yang dipungut oleh Belanda dari rakyat. Kebijakan ini memicu kemarahan dan ketidakpuasan di kalangan rakyat Minangkabau.
Siti Manggopoh memimpin perlawanan rakyat Manggopoh terhadap pemerintah kolonial Belanda pada 15 Juni 1908, yang dikenal sebagai Perang Manggopoh atau Perang Belasting. Ia menunjukkan keberanian dan kepemimpinan yang luar biasa dalam memimpin perlawanan ini. Siti Manggopoh berhasil membunuh 53 serdadu Belanda dalam sebuah serangan mendadak di markas mereka.
Perlawanan Siti Manggopoh tidak hanya menunjukkan keberaniannya, tetapi juga kemampuannya dalam menyusun strategi dan taktik gerilya yang efektif. Ia memanfaatkan medan alam untuk melakukan serangan dan menggerakkan massa untuk bergabung dalam perlawanan.
Siti Manggopoh tetap menjadi simbol keberanian dan nasionalisme di Sumatera Barat. Perjuangannya menjadi inspirasi bagi masyarakat Minangkabau dan Indonesia. Ia meninggal pada 20 Agustus 1965, tetapi warisannya sebagai pejuang kemerdekaan tetap hidup dalam ingatan masyarakat.
Siti Manggopoh adalah contoh nyata dari keberanian dan ketangguhan perempuan Minangkabau dalam menghadapi penjajahan. Ia menunjukkan bahwa perempuan dapat menjadi pemimpin yang efektif dan memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan. (HS)
Sumber : tiktok@sumbarpromotion

