FAO Prediksi Terjadi Krisis Pangan Dunia, Termasuk Indonesia, Ini Yang Dilakukan DTPHKP Tebo

FAO Prediksi Terjadi Krisis Pangan Dunia, Termasuk Indonesia, Ini Yang Dilakukan DTPHKP Tebo


Suaratebo.net - Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Ketahanan Pangan (TPHKP) Kabupaten Tebo, laksanakan tanam bersama padi sawah di Kelurahan Pulau Temiang Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo pada Kamis, (02/07/2020), dalam pelaksanaan tanam bersama dihadiri langsung H. Muhammad Ziadi, SP., M.Si Kadis TPHKP Kabupaten Tebo, Ir. Ahmad Musul Kadis Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Jambi, Kadis Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Kepala BPTP Jambi, serta unsur Forkompincam Tebo Ulu.

Dalam Sambutannya H. Muhammad Ziadi, SP., M.Si menyampaikan kepada warga (petani) "Mari terus lakukan tanam padi, karena berdasarkan prediksi dari PBB FAO, bahwasanya dunia akan mengalami krisis pangan, untuk itu mari terus galakkan tanam padi agar ketahanan pangan terus meningkat" jelas Ziadi saat mmeberikan sambutan.

Hal senada yang disampaikan oleh Kadis TPHP Provinsi Jambi Ir. Ahmad Mausul bahwasanya prediksi Organisasi Pangan Dunia (Food Agriculture Organization/FAO) memprediksikan dampak pandemi covid-19 sangat berpengaruh terhadap krisis pangan dunia, salah satunya Indonesia, bahkan prediksi tersebut sudah mulai kelihatan, pasalnya Negara Thailand yang biasanya mengekspor beras ke Indonesia namun saat ini tidak lagi diekspor, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi krisis pangan untuk negaranya sendiri.

"Benar memang, berdasarkan prediksi FAO banhwasanya dunia akan mengalami krisis pangan, namun jika kita terus melakukan tanam dan panen, tanam panen lagi, mudah - mudahan kita bisa mengatasi krisis pangan, apalagi kita akan memasuki musim kemarau panjang, tentunya banyak yang harus diantisipasi, terutama pengairan sawah" jelasnya.

Ditambahkan lagi oleh Kadis TPHKP Kabupaten Tebo, Dinas TPHKP Tebo siap bantu pentani baik bibit, pupuk, dan lainnya untuk membantu petani dalam menjaga ketahanan pangan, namun tentunya ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh kelompok yang mengajukan bantuan tersebut.

"Kami siap mambantu petanu dalam upaya menggalakan ketahanan pangan kabupaten tebo ini, silahkan ajukan permohonan dan dengan melengkapi persyaratan yang diminta oleh petugas" tambahnya

Dinas TPHKP Kabupaten Tebo sudah mengantisipasi, dampak musim kemarau yang akan terjadi pada lahan pertanian, Dinas TPHKP menganjurkan petani untuk mengansuransikan lahan sawah petani, dimana per hektarnya hanya Rp. 36 ribu, jika terjadi kegagalan maka petani akan menerima ganti rugi atas tanaman padi yang terdampak dengan biaya sebesar Rp. 6 juta rupiah.

Namun untuk luas tanam sawah kali ini seluas 80 ha melalui dana APBN, target penanaman padi di kabupaten tebo periode April - September 2020 adalah seluas  7.312 ha, angka tersebut mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya, artinya ketahanan pangan kabupaten tebo terus meningkat, hal ini dibenarkan oleh Nanang Suyanto,  S.ST, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, saat dikonfirmasi dilapangan saat melakukan tanam bersama padi sawah di Kelurahan Pulau Temiang.

"Untuk target tanam periode April - Septembet 2020 sebanyak 7.312 ha, sementara dilokasi tanam bersama kali ini seluas 80 ha, bisa saja luas tersebut bertambah dan penanaman juga kita sebar di beberapa lokasi lain untuk percepatan tanam, apalagi saat ini isu yang dikeluarka FAO mengklaim akan terjadi krisis pangan dunia, untuk itu juga kita ajak petani melakukan penanaman segera serta menambah luas tanamnya, semoga saja isu dari FAO itu tidak terjadi" jelas Nanang saat dikonfirmasi. (HS-ST)