google-site-verification=bB-X4z6_xXeI72_wdRL6X4bzdLSoAXLWxU0FGIIw1so Tinjau Lokasi Konflik, Kesbangpol Jambi Minta PT.LAJ dan Petani Duduk Bersama

Tinjau Lokasi Konflik, Kesbangpol Jambi Minta PT.LAJ dan Petani Duduk Bersama



SUARATEBO.NET - Berdasarkan permintaan Pemkab Tebo untuk menyelesaikan konflik lahan antara PT.LAJ dan warga yang tergabung dalam Serikat Petani Indonesia (SPI) yang beralamat di Desa Napal Putih, Kecamatan Serai Serumpun, Kab. Tebo, beberapa waktu yang mengakibatkan 5 unit alat berat perusahaan dibakar massa.

Atas permintaan tersebut, pada Kamis (16/05/2019) kemarin Pemerintah Provinsi Jambi langsung melakukan Peninjauan Lokasi Konflik Lahan antara PT LAJ dgn Masyarakat Desa Napal Putih Kecamatan Serai Serumpun, Kab. Tebo, yang diwakili oleh Kesbangpol dan disambut langsung oleh Wakil Bupati Tebo, Syahlan Arfan, SH.

Peninjauan tersebut langsung dihadiri oleh Fiet Haryadi, M.Kom selaku Tim Penilai peninjauan Lokasi Konflik serta merangkap Kasubbid Konflik Pemerintahan & Keamanan Kesbangpol Provinsi Jambi, Ir. A. Effendi Kasmiyadi (Kesbangpol Provinsi Jambi) M. Thabri, SE (Kesbangpol Provinsi Jambi), Eko Adriyanto, SE (Kesbangpol Provinsi Jambi), Amsaridin SP (Asisten Pemerintahan Setda Kab. Tebo) unsur Kesbangpol Kab Tebo,  Sholahuddin (Camat Serai Serumpun) Sekdes Napal Putih, Sutopo (Pengurus SPI Kab. Tebo) Junawal (Ketua SPI Kab. Tebo).

Saat dikonfirmasi media ini, Fiet Haryadi, M.Kom selaku Tim Penilai peninjauan Lokasi Konflik serta merangkap Kasubbid Konflik Pemerintahan & Keamanan Kesbangpol Provinsi Jambi, mengatakan bahwa pihak nya sudah melakukan peninjauan dilokasi serta menyerap aspirasi, keinginan dan akar permasalahan untuk dibahas di tingkat lebih tinggi.

"Kemarin kita sudah tinjau ke lokasi. Dilokasi konflik kita melihat jalan sudah di portal warga dengan cara menebang batang karet agar kendaraan roda 2 dan 4 tidak leluasa melintas," kata Fiet, saat dikonfirmasi, Jum'atnya (17/05/2019).

Dia juga melihat dilokasi, lebih kurang sekitar 350 massa rata-rata memegang senjata dengan membawa Bambu Runcing, Tombak, Golok dan Panah. "Dengan kondisi tersebut, saya mewakili Pemerintah Provinsi Jambi agar pihak perusahan PT.LAJ dan warga duduk bersama," pangkas Fiet.

Sementara, Wakil Bupati Tebo, Syahlan Arfan, menyampaikan bahwa dengan kehadiran Tim dari  Provinsi untuk melakukan peninjauan dan berharap konflik lahan ini segera selesai, masyarakat bisa melaksanakn aktifitasnya dan iklim investasi kembali normal.

" Karena persoalan perizinan PT LAJ ditangani oleh Pemprov Jambi, Pemerintah Kab. Tebo berharap Pemprov Jambi segera menyelesaikan konflik tersebut," Tutup Syahlan. (ST,END)